Mazda Kembali Patenkan Mesin Rotary di Jepang, Sinyal Reinkarnasi RX Series?

Mazda baru saja memperbarui hak paten atas teknologi mesin rotarynya di Jepang. Peristiwa ini dibeberkan pada laman Garage Alpha. Dalam dokumen itu, tersirat sistem pembuangan baru untuk meningkatkan efisiensi. Salah satunya, mirip exhaust mesin Skyactiv-G yang berkonfigurasi 4-2-1.

Adapun desain turbocharger baru, bersinergi dengan mesin rotary khas Mazda. Sayang, tak ada informasi bagaimana spesifikasi lengkap baik deri segi kapasitas dan lainnya. Apakah ini pertanda kebangkitan sang legenda?

Dilansir dari laman Motoring, perbincangan terakhir mengenai mesin rotary dengan Mazda bukanlah tanda kebangkitan RX series. Melainkan visinya mengelektrifikasi seluruh jajaran mobil di 2030. Dari mulai mild-hybrid dan plug-in hybrid.

Saat itu, Head of Research & Development Mazda, Kiyoshi Fujiwara berujar, “Pada 2019 atau 2020, kami akan merilis mobil bertenaga listrik dengan mesin rotary dan range extender. Salah satu kelebihan mesin ini, sangat ringkas dan punya tenaga besar. Karena kelebihannya itu, kami harus menggunakannya untuk range extender,” katanya.

Pernyataan ini membawa asumsi kepada mobil konsep 16X di 2007, yang pakai campuran motor elektrik dan mesin 1,6 liter twin-rotor. Versi 800cc dengan rotor tunggal, sudah diuji oleh Mazda. Bisa jadi, mereka bakal merilisnya dalam waktu dekat. Mengingat tak satupun produk Mazda yang sudah mengadopsi sistem hibrida apalagi full elektrik. Kalau benar, sepertinya mereka berhasil menyelesaikan masalah utama. Yakni membenahi mesin rotary yang tidak ramah lingkungan.

Lantas bagaimana mengenai RX Vision atau yang kita kenal sebagai RX-9? Lama digadang jadi penerus, apakah ikut bangkit dari kubur? Karena semenjak RX-8 berhenti produksi, belum ada lagi yang melanjutkan tahta seri RX yang melegenda.

Fujiwara pun sempat berujar, “Kami belum mampu merealisasikan RX-Vision, untuk hadir di pasar pada 2020. Kemampuan finansial kami belum cukup untuk berinvestasi, sekaligus memasarkan mobil itu. Ya, mungkin ini bakal mengulur waktu.”

“Tapi masih banyak yang menunggu mobil sport Mazda dengan mesin rotary. Makanya pengembangan teknologi tetap kami lakukan, khusus untuk mobil sport, tanpa range extender, tanpa e-power. Regulasi di beberapa daerah memang sudah cukup ketat. Dan membuat emisi gas buang mesin bakar harus disesuaikan. Maka dari itu, diperlukan sedikit elektrifikasi pada beberapa bagian, supaya konsumen tetap bisa pakai mobil sport legendaris ini. Nah, khusus di beberapa daerah yang tidak punya regulasi ketat, sangat memungkinkan mesin rotary murni digunakan kembali. Kami rasa bukan hal sulit dibuat dalam dua opsi sekaligus,” tambahnya lagi.

Sepertinya memang tidak dalam waktu dekat sang legenda kembali. Tapi kalau mesin rotary, bisa jadi tidak lama lagi. Cuma menempel di mobil Mazda yang lain. Para penggilanya bisa saja kecewa. Semoga saja Mazda tidak kehilangan momentum. Karena di saat Honda NSX, Toyota Supra dan Nissan GT-R telah bereinkarnasi, mereka hanya duduk manis menonton. Padahal, RX series turut mencetak sejarah berbarengan dengan mobil-mobil tadi. (Hlm/Van)

Sumber: Motoring, Garage Alpha

You might be interested in …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat